Tujuh Tesis tentang Kontrol Pekerja


Tesis yang ditulis dalam konteksautonomia operaia‘ tahun 1970-an di Italia ini bermaksud untuk memulai perdebatan tentang kontrol pekerja atas pabrik sebagai jalan ‘demokratis dan non-kekerasan’ menuju sosialisme.

Tuntutan akan kontrol pekerja atas pabrik-pabrik berada di pusat “jalan demokratis dan non-kekerasan” menuju sosialisme. Tesis berikut ini dimaksudkan untuk memberikan arahan awal dan sementara untuk debat luas yang mengumpulkan tidak hanya kontribusi politisi dan spesialis tetapi juga di atas semua pengalaman gerakan pekerja, yang merupakan satu-satunya verifikasi konklusif dari sintesis – elaborasi berbagai pemikiran sosialis .. baik pada waktu tulisan ini diterbitkan ataupun dimasa depan nanti.

1. Tentang masalah transisi dari kapitalisme ke sosialisme

Di dalam gerakan pekerja telah ada untuk waktu yang lama, dan dalam periode-periode berturut-turut, suatu diskusi tentang masalah mode dan kondisi sementara untuk transisi ke sosialisme. Satu kecenderungan, yang terjadi dalam berbagai bentuk, percaya bahwa mungkin untuk membuat skema sementara proses ini, seolah-olah konstruksi sosialis harus didahului, selalu dan dalam setiap kasus, oleh “fase” konstruksi demokrasi borjuis. Dengan cara ini proletariat, di mana borjuasi belum menyelesaikan revolusinya, akan diberi tugas untuk melakukan perjuangannya dengan tujuan yang ditentukan: bahwa memang harus membangun atau mendukung konstruksi mode produksi dan bentuk-bentuk politik .. dari masyarakat borjuis yang utuh. Konsepsi ini dapat didefinisikan secara skematis karena mengklaim – berlaku secara abstrak dan tanpa mengacu pada realitas sejarah, model prefabrikasi. Jika memang benar bahwa realitas Institusi-institusi politik melakukan penyesuaian, di setiap zaman, dengan realitas ekonomi, adalah keliru untuk mempercayai bahwa realitas ekonomi (kekuatan-kekuatan produktif dan hubungan-hubungan produksi) berkembang menurut suatu garis yang selalu bertahap, teratur, dapat diprediksi dengan sempurna karena dibagi dalam fase berurutan yang tepat, .. yang sebenarnya terjadi adalah satu dari lainnya jelaslah berbeda.

Cukuplah, untuk memahami pola kesalahan ini, tarik mereka kedalam dialektika – merenungkan beberapa contoh sejarah yang terjadi. Ketika, pada awal abad yang lalu, kemajuan teknis .. alat produksi (penemuan alat tenun mekanis dan mesin uap) membawa lompatan kualitatif dalam produksi (revolusi industri) yang tetap berlaku, beriringan dengan bentuk-bentuk produksi lama (tetap) di samping yang baru ; dan di negara-negara yang lebih berkembang secara ekonomi, perjuangan politik memiliki karakter yang agak rumit.*

Di satu sisi ada perlawanan terhadap kelangsungan hidup feodal, di sisi lain ada penegasan dari revolusi yang dipelopori borjuasi industri ; dan akhirnya, pada saat yang sama, munculnya kelas baru, proletariat industri.

Di Rusia, pada akhir gelombang revolusioner pertama (Februari 1917), setelah runtuhnya otokrasi Tsar dan sistem feodal kapitalis yang mengerikan, salah satu bagian dari gerakan pekerja Marxis, jatuh ke dalam kesalahan yang sama, menyatakan bahwa Rusia .. proletariat harus bergabung dengan borjuasi untuk mewujudkan “tahap kedua” (demokrasi borjuis) yang diperlukan dari revolusi. Seperti diketahui, tesis ini dikalahkan oleh Lenin dan mayoritas gerakan buruh Rusia; dalam keruntuhan total sistem lama, satu-satunya protagonis sejati tetaplah proletariat,

..dan oleh karena itu masalahnya bukanlah menciptakan institusi khas borjuasi, tetapi membangun institusi demokrasinya, demokrasi sosialis.

Di Cina antara tahun 1924 dan 1928, ada sebuah kebiasaan di partai komunis .. dari mereka yang secara keliru ingin melakukan gerakan kelas untuk mendukung Kuomintang Chiang Kai-shek tanpa syarat, membantu mewujudkannya, setelah runtuhnya dinasti Manchu dan sistem feodal, tahap kedua (demokrasi borjuis) : mereka tidak memperhitungkan tidak adanya borjuasi Cina yang mampu memantapkan dirinya sebagai kelas “nasional”, atau fakta bahwa massa tani yang sangat besar di negeri ini hanya dapat berjuang untuk penyebab emansipasi mereka sendiri, dan mereka tidak tertarik dengan suatu gagasan yang (baginya) abstrak dan juga tidak dapat dipahami.

Pertimbangan-pertimbangan ini tidak mengarah dengan cara apapun untuk meninggikan voluntarisme revolusioner intelektualis (untuk menegaskan, yaitu, bahwa revolusi dapat menjadi buah dari tindakan kehendak kelompok pelopor), tetapi hanya untuk mengklarifikasi sebagai, pertama-tama, setiap kekuatan politik, daripada mengejar model prefabrikasi, harus menyadari realitasnya sendiri, bidang yang selalu kompleks dan spesifik di mana ia bergerak. Demokrasi sosial dalam segala bentuknyalah yang, untuk menutupi oportunismenya dan membenarkannya secara ideologis, secara sistematis mencampuradukkan kartu-kartu di atas meja dan mereduksi setiap posisi yang konsisten dengan kiri revolusioner menjadi posisi voluntarisme intelektualis.

Esensi historis dari pengalaman sosial-demokratis kurang-lebih terdiri dari :

..dalam memberikan tujuan, dengan dalih perjuangan melawan maksimalisme, kepada proletariat tugas untuk mendukung borjuasi atau bahkan menggantikannya dalam pembangunan demokrasi borjuis: dan dengan fakta itu justru menyangkal tugas dan otonomi revolusioner proletariat, dan mengakhirinya dengan menempatkannya pada posisi kekuatan subaltern – tetap memegang posisi sebagai bawahan (budak).

Dalam masyarakat Italia saat ini, faktor fundamental dibentuk oleh fakta bahwa borjuasi tidak pernah, tidak, tidak akan pernah bisa menjadi kelas “nasional”; suatu kelas yang dengan demikian mampu (seperti yang terjadi di Inggris dan Prancis) menjamin, meskipun dalam jangka waktu tertentu, perkembangan masyarakat nasional, secara keseluruhan. Borjuasi Italia muncul atas dasar korporat dan sebagai parasit, yaitu:

.. melalui pembentukan sektor industri individu yang bukan merupakan pasar nasional, tetapi bertahan pada eksploitasi pasar yang mirip dengan kolonialisme (Selatan). Melalui jalur yang tetap untuk mendapatkan perlindungan dan dukungan aktif dari Negara. Juga dengan aliansi sisa-sisa feodalisme (blok Agraria di Selatan).

Fasisme adalah ekspresi bengis dari keseimbangan kontradiktif ini, dan dominasi, dalam bentuk ini, borjuasi: mereka juga melalui intervensi besar-besaran Negara totaliter demi industri swasta yang bangkrut (IRI) (Istituto per la Ricostruzione Industriale, bailout fasis pada tahun 1933), dipromosikan secara maksimal dengan transformasi sektor industri tertentu menjadi struktur monopoli yang kuat (Fiat, Montecatini, Edison, dll). Setelah runtuhnya fasisme, monopoli menemukan dirinya .. dalam intensifikasi hubungan dengan industri besar Amerika dan dalam subordinasinya, kelanjutan dari kebijakan anti-nasional lama mereka (industri besar Italia selalu, dalam satu atau lain cara, dikartelisasi dengan monopoli internasional yang besar; salah satu kasus di mana hubungan ini muncul dengan bukti besar adalah ketika Fiat, Edison, dan Montecatini mendukung di Italia kampanye untuk kartel minyak internasional; dan secara umum Atlantikisme partai-partai kanan tengah adalah ekspresi hubungan subordinasi yang telah ditunjukkan.

Marshall Plan, ekspresi imperialisme Amerika, diterima oleh monopoli Italia di depan partai-partai politik). Dengan demikian terbentuk situasi di mana di sebelah wilayah monopolistik terdapat daerah-daerah depresi dan keterbelakangan yang luas, (banyak zona di pegunungan dan perbukitan, Po delta dan, lebih umum, Selatan dan juga pulau-pulau); jarak antara strata sosial dan kelas sosial (ceto sociale), antar wilayah, semakin jauh; ketidakseimbangan produksi tradisional dengan industri tumbuh; monopolistik semakin ketat (distorsi dan pembatasan, yang terjadi bahwa kekuatan dan politik monopoli akhirnya menentang perkembangan kekuatan produktif yang secara penuh terbebas dan seimbang); ada pengangguran massal yang menjadi elemen permanen ekonomi kita; istilah tradisional dari masalah terbesar struktur sosial ekonomi kita direproduksi dengan cara yang diperparah.

Namun, akan menjadi kesalahan besar untuk menegaskan kembali keberadaan fakta-fakta ini dan untuk menyembunyikannya, seperti yang telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, elemen-elemen baru. Tidak ada keraguan bahwa, terutama mulai tahun 1951-52, di beberapa sektor kapitalisme Italia mampu mengambil keuntungan dari situasi ekonomi internasional yang menguntungkan dan kemajuan ekonomi yang cukup besar: dengan demikian ada fase ekspansi (pertumbuhan produksi yang cepat, pertumbuhan pendapatan, akumulasi kapital yang cepat dan dorongan kuat dalam kapital (modal) tetap) yang bagaimanapun, berlangsung di bawah kendali monopoli, tetap terbatas pada wilayah mereka, dan bahkan memprovokasi kemarahan atas ketidakseimbangan fundamental ekonomi Italia.

Situasi kontradiktif, yang didominasi oleh area depresi yang luas dan krisis yang telah kami gambarkan, tidak akan membaik – tetapi memburuk, apakah karena kemungkinan pembalikan situasi ekonomi internasional, atau kemungkinan pertumbuhan pengangguran karena teknologi, atau efek negatif dari Pasar Bersama, atau akhirnya karena karakteristik pasar internal Italia (kepicikannya, kemiskinannya) tidak menyediakan area yang memadai untuk bergabung dengan kapasitas produktif dan kesiapannya secara teknologi, yang semakin kuat di area monopolistik.

Analisis jenis ini tidak bertujuan dan tidak berfungsi secara alami untuk menilai prospek krisis kapitalisme yang menjadi “bencana”; dan terlebih lagi polemik di dalam medan prediksi, dan dalam istilah ini, hanya akan melumpuhkan dan mensterilkan aksi berbasiskan gerakan kelas. Yang mengikuti dari analisis ini adalah adanya kondisi nyata tertentu dan identifikasi kecenderungan pembangunan yang tersirat di dalamnya; dan kesimpulan bahwa dalam batas-batas kondisi ini dan kecenderungan ini gerakan pekerja – buruh harus bertindak.

Mengingat pertimbangan-pertimbangan ini, maka tesis berikut ini tampak cukup abstrak dan tidaklah menunjukan kenyataan secara utuh (khususnya hari ini di Italia):

a) gerakan kelas harus secara substansial membatasi dirinya untuk memberikan dukungan kepada kelas kapitalis (atau kelompok-kelompok borjuis tertentu) dalam pembangunan sebuah rezim kekuasaan. demokrasi borjuis yang lengkap;

b) gerakan kelas pada dasarnya harus menggantikan dirinya sendiri dengan kelas kapitalis dan memikul dengan haknya sendiri tugas untuk membangun sebuah rezim demokrasi borjuis yang lengkap melalui tangan mereka.

Sebaliknya kontradiksi-kontradiksi yang secara tajam mengoyak-ngoyak masyarakat Italia, beban yang telah diperoleh atas monopoli dan terus-menerus cenderung lebih banyak untuk dipikul, kontradiksi antara perkembangan teknologi dan hubungan produksi kapitalis, kelemahan borjuasi sebagai kelas nasional, memimpin kaum pekerja – buruh. Sebuah gerakan untuk mengambil tugas yang sifatnya berbeda; berjuang pada saat yang sama untuk reformasi dengan kapasitas borjuis dan untuk reformasi dengan tujuan sosialis. Pada tingkat politik ini menandakan bahwa kekuatan utama perkembangan demokrasi di Italia adalah kelas pekerja dan di bawah arahannya dapat diwujudkan satu-satunya sistem aliansi yang efisien, dengan kaum intelektual, dengan kaum tani, dengan kelompok-kelompok produsen borjuis kecil dan menengah .. Sistem aliansi dan kepemimpinan semacam inilah yang sesuai dengan perspektif yang sebenarnya, kontrol tetap ada ditangan kelas pekerja bukan sebaliknya.

2. Jalan demokrasi menuju sosialisme adalah jalan demokrasi pekerja

Ini adalah deduksi palsu, yang muncul dari analisis yang salah tentang situasi Italia, dan dari interpretasi sederhana dari titik balik yang terdaftar dalam tesis yang diproklamirkan pada konferensi ke-20 CPSU, untuk menegaskan bahwa jalan Italia menuju sosialisme, adalah dengan demokratis dan non-kekerasan, bertepatan dengan jalan “parlemen” menuju sosialisme. Penegasan karakter demokratik sosialisme sebenarnya benar, dalam arti menyangkal semua konsepsi lama yang menyatakan bahwa transisi ke sosialisme adalah hanya tindakan voluntarisme revolusioner, dan pekerjaan minoritas yang terisolasi, tanpa dukungan politik dan ekonomi. Kondisi materil yang telah lama tidak berlaku; ia juga menolak konsepsi yang mengaitkan transisi ke sosialisme dengan verifikasi otomatis atas (keharusan) “kehancuran” kapitalisme. Tetapi jalan demokrasi tidak dapat direduksi menjadi jalan yang selalu dan harus dengan cara non-kekerasan, seperti pada saat, di Negara tertentu ketika kondisi sosialisme sudah matang dan kekuatannya telah mencapai mayoritas suara, .. Perlawanan kelas kapitalis dan cara mereka melakukan kekerasan bagaimanapun juga mengarah pada serangan bersenjata, dan perlunya juga perlawanan dengan kekerasan dari kelas proletar.

Namun demikian, di Italia saat ini ada perspektif sosialisme yang demokratis dan non-kekerasan. Tetapi mereka yang mengidentifikasi instrumen eksklusif (atau bahkan hanya satu-satunya yang signifikan atau karakteristik) dari transisi damai ke sosialisme di Parlemen, mengosongkan gagasan tentang jalan demokratis dan non-kekerasan dari substansi nyata apa pun. Dengan cara ini mereka malah menghidupkan kembali mistifikasi borjuis lama yang menghadirkan Negara perwakilan borjuis bukan sebagaimana adanya, sebagai Negara kelas (pekerja), tetapi sebagai Negara (tetap berada) di atas kelas; di mana Parlemen hanyalah tempat untuk ratifikasi dan pendaftaran hubungan-hubungan kekuatan antar kelas, yang berkembang dan ditentukan di luarnya, ekonomi tetap menjadi ruang di mana hubungan-hubungan nyata diproduksi dan merupakan sumber kekuasaan yang nyata.

Di sisi lain, adalah tepat untuk menegaskan bahwa penggunaan lembaga-lembaga parlementer juga merupakan salah satu tugas terpenting yang ditetapkan untuk gerakan kelas, dan bahwa lembaga-lembaga ini sendiri dapat diubah (oleh tekanan yang dilakukan dari bawah – ke atas oleh gerakan pekerja – buruh. melalui lembaga-lembaga barunya) dari kursi perwakilan hanya penyambung tujuan politik, kepemimpinan hanya sebagai formal, tetapi ekspresi hak-hak politik dan ekonomi yang substansial pada saat yang bersamaan tetap dari bawah – ke atas.

3. Proletariat mendidik dirinya sendiri dengan membangun institusinya sendiri

Ketika, secara umum, jalan menuju sosialisme didefinisikan sebagai demokratis, dengan harapan sepenuhnya menjamin prospek transisi non-kekerasan .. damai, konsep berikut ini sesuai dan secara substansi ditegaskan: bahwa ada kesinambungan dalam metode perjuangan politik sebelum, selama, dan setelah lompatan revolusioner, dan oleh karena itu lembaga-lembaga kekuasaan proletar harus membentuk diri mereka sendiri tidak hanya setelah lompatan revolusioner, tetapi juga dalam keseluruhan perjuangan gerakan pekerja – buruh untuk kekuasaan. Lembaga-lembaga ini harus muncul dari bidang ekonomi, di mana ada sumber (kontrol) kekuasaan yang nyata, dan karena itu mewakili manusia tidak hanya sebagai warga negara tetapi juga sebagai produsen: dan hak-hak yang ditentukan dalam lembaga-lembaga ini harus merupakan hak politik dan ekonomi pada saat yang sama.

Kekuatan nyata dari gerakan kelas mengukur dirinya sendiri dari bagian kekuasaan dan kapasitas untuk menjalankan fungsi utama dalam struktur produksi. Jarak yang memisahkan lembaga-lembaga demokrasi borjuis dari lembaga-lembaga demokrasi pekerja secara kualitatif sama dengan jarak yang memisahkan masyarakat borjuis yang terbagi dalam kelas-kelas dari masyarakat sosialis tanpa kelas. Ini juga untuk menangkis konsepsi, tentang asal-usul Pencerahan yang selalu naif, yang ingin secara umum “melatih” proletariat untuk berkuasa, dengan mengabaikan konstruksi konkrit dari institusi-institusinya. Demikianlah kita mendengar tentang “persiapan subjektif” proletariat, tentang “pendidikan” proletariat (dan giliran siapa yang memainkan peran pendidik?); tetapi semua orang tahu bahwa hanya mereka yang melompat ke dalam air dan mau belajar berenang (dan untuk alasan ini, antara lain, yang terbaik adalah memulai dengan melemparkan “pendidik” yang Tercerahkan ke dalam air – ikut terlibat).

Tentu hal-hal ini bukanlah hal baru. Mereka adalah berasal dari pengalaman sejarah gerakan pekerja – buruh dan Marxisme, dari Soviet tahun 1917 ke gerakan dewan pabrik di Turin, ke dewan pekerja – buruh Polandia dan Yugoslavia, hingga diskusi yang diperlukan tentang tesis Kongres ke-20, yaitu akan mengambil daging di depan mata kita. Hal ini semua lebih berlebihan lagi untuk harus ingat bahwa itu persis pada masalah ini, pada tahun-tahun terakhir, Partai Sosialis telah memberikan kontribusi paling orisinal kepada seluruh gerakan pekerja Italia.

4. Tentang kondisi kontrol pekerja saat ini.

Dewasa ini, tuntutan akan kontrol pekerja (buruh dan teknisi) tidak diletakkan hanya dalam kaitannya dengan alasan-alasan yang baru saja dijelaskan, tetapi dihubungkan dengan serangkaian kondisi baru yang membuat tuntutan ini sangat kontemporer dan menempatkannya di pusat kehidupan. Perjuangan gerakan kelas:

    • Yang pertama dari kondisi ini didasari oleh perkembangan pabrik modern. Di medan ini muncul praktik dan ideologi monopoli kontemporer (hubungan manusia, organisasi ilmiah tenaga kerja, dll.), yang bertujuan untuk mensubordinasikan jiwa dan tubuh secara integral – pekerja kepada bosnya, menguranginya kesadarannya kedalam roda gigi kecil. Di roda gigi mesin besar yang kompleks permasalahannya tetap tidak diketahui olehnya – pekerja. Satu-satunya cara untuk mematahkan proses penundukan total dari pribadi si pekerja ini adalah, selain dari si pekerja itu sendiri, dengan pertama-tama menjadi sadar akan situasi seperti mulai membongkar istilah-istilah bisnis yang terlihat produktif; dan menentang “demokrasi bisnis” yang segalanya hanya mencantumkan nama para bos (didalam merk – info produk), dan mistifikasi “hubungan manusia”, memulai tuntutan peran untuk menuju kesadaran bagi pekerja – buruh dalam kekuatan bisnis: tuntutan ke demokrasi pekerja;
    • Jika organ-organ kekuasaan politik di Negara borjuis selalu tetap menjadi “komite eksekutif” kelas kapitalis, hari ini kita tetap mengamati interpenetrasi yang lebih besar daripada di masa lalu antara Negara dan monopoli: apakah karena monopoli, menurut logika internalnya, dituntun untuk mengambil kendali langsung yang selalu lebih besar, atau karena operasi ekonomi dari monopoli (dan dalam hal ini ilusi laissez-faire sekarang mulai runtuh) menuntut dengan cara yang meningkatkan bantuan dan intervensi bersahabat dari Negara. Justru karena, kemudian, otoritas ekonomi memperluas fungsi politik langsung mereka (dan di balik kehancuran Rule of law meningkatkan fungsi nyata dan langsung dari Negara kelas), gerakan pekerja – buruh sedang mempelajari pelajaran dari musuhnya, harus selalu terus bergerak maupun menggeser lebih jauh pusat perjuangannya ke medan kekuasaan yang nyata dan ditentukan. Dan, untuk alasan yang sama,

.. perjuangan gerakan kelas untuk kontrol tidak dapat menguras dirinya sendiri dalam batas-batas satu perusahaan, tetapi harus dihubungkan dan diperluas di semua sektor, di semua bidang produktif. Untuk memahami kontrol pekerja sebagai sesuatu yang dapat dibatasi pada satu perusahaan tidak hanya berarti “membatasi” permintaan kontrol, tetapi mengosongkan makna sebenarnya, dan menyebabkannya runtuh di tingkat perusahaan;

    • Akhirnya ada kondisi baru terakhir yang menjadi akar tuntutan kontrol pekerja. Perkembangan kapitalisme modern, di satu sisi, dan di sisi lain, perkembangan kekuatan-kekuatan sosialis di dunia dan problematika kekuasaan yang sulit, yang memaksakan dirinya secara paksa di negara-negara di mana gerakan kelas telah membuat revolusinya, menunjukkan pentingnya hari ini membela dan menjamin otonomi revolusioner proletariat, baik melawan bentuk-bentuk baru reformisme, atau melawan birokratisasi kekuasaan, yaitu melawan birokratisasi reformis dan melawan konsepsi “pemimpin” (pemimpin-partai) .. Pemimpin negara).

Pembelaan, dalam situasi ini, otonomi revolusioner proletariat, memanifestasikan dirinya dalam penciptaan dari bawah – ke atas, sebelum dan sesudah penaklukan kekuasaan, lembaga-lembaga demokrasi sosialis, dan dalam kembalinya partai ke fungsinya sebagai instrumen pembentukan politik gerakan kelas (sebagai strategi – alat, yaitu, bukan statis dari pemimpin paternalistik, dari atas, tetapi untuk mendorong dan mendukung organisasi-organisasi di mana persatuan kelas diartikulasikan). Pentingnya sekarang otonomi Partai Sosialis di Italia justru dalam hal ini: tentu saja bukan dalam seberapa jauh ia memajukan atau memprediksi perpecahan gerakan kelas, bukan dalam menentang satu “pemimpin” dengan “pemimpin” lain, tetapi dalam jaminan otonomi seluruh gerakan pekerja dari segala intervensi eksternal, birokratis, dan paternalistik.

Menegaskan hal ini secara pasti tidak berarti bahwa masalah kekuasaan, syarat esensial bagi konstruksi sosialisme, telah dilupakan: tetapi sifat sosialis perihal kekuasaan secara tepat ditentukan oleh basis demokrasi pekerja yang menjadi sandarannya, dan itu tidak dapat diimprovisasi setelah “lompatan” revolusioner dalam hubungan produksi. Ini adalah satu-satunya metode yang serius, bukan reformis, untuk menentang gagasan sosialisme birokratis (Stalinisme).

5. Arti persatuan kelas adalah pertanyaan tentang hubungan antara perjuangan parsial dan tujuan umum.

Tuntutan akan kontrol pekerja, masalah yang ditimbulkannya, persiapan teoretis yang terkait dengannya, tentu saja menyiratkan persatuan massa, dan penolakan setiap konsepsi partai yang kaku yang mereduksi tesis kontrol menjadi parodi yang menyedihkan.

Tidak ada kontrol pekerja tanpa kesatuan tindakan dari semua pekerja di perusahaan yang sama, di sektor yang sama, di seluruh front produktif: suatu kesatuan yang bukan mitologis atau murni hiasan propaganda sebuah partai, tetapi kenyataan bahwa diimplementasikan dari bawah – ke atas, dengan para pekerja menjadi sadar akan fungsinya dalam proses produktif, dan secara simultan menciptakan lembaga-lembaga kesatuan dari sebuah kekuatan baru!. Karena itu menolak, dalam konteks ini, mereduksi perjuangan pekerja – buruh menjadi instrumen murni penguatan partai atau strategi klandestinnya yang kurang lebih sama.

Pertanyaan, yang telah lama diperdebatkan, tentang bagaimana menghubungkan dan menyelaraskan tuntutan dan perjuangan parsial, segera, dengan tujuan umum, diselesaikan secara tepat dengan menegaskan kesinambungan perjuangan dan sifatnya. Sebenarnya hubungan ini dan harmonisasi secara bersamaan ini bisa dikatakan tidaklah mungkin, dan merupakan kekacauan ideologis, selama masih ada gagasan bahwa ada ranah sosialisme (secara keseluruhan), misteri yang untuk sementara waktu tidak dapat diketahui, yang suatu hari akan muncul sebagai fajar ajaib untuk dicapai – dan dipecahkan. Mimpi-mimpi manusia, cita-cita sosialisme memang merupakan cita-cita yang sangat kontras dan seperti tanpa kemungkinan untuk diakomodasi dengan masyarakat kapitalis,

tetapi itu adalah cita-cita yang perlu dihidupkan hari demi hari, dimenangkan dari waktu ke waktu dalam perjuangan; yang muncul dan berkembang sejauh setiap perjuangan yang berfungsi untuk mematangkan dan memajukan lembaga-lembaga .. organisasi yang muncul dari bawah – ke atas, yang sifatnya sudah merupakan penegasan dari sosialisme.

6. Gerakan kelas dan pembangunan ekonomi

Sebuah konsepsi yang didasarkan pada kontrol pekerja dan pada persatuan dalam perjuangan massa disertai dengan penolakan total terhadap setiap sikap atau orientasi yang bergantung pada perspektif akan hadirnya bencana (keruntuhan kapitalisme secara otomatis – menggali lubang kuburnya sendiri), dan kepatuhan penuh dan tanpa syarat pada sebuah politik totaliter atas pembangunan ekonomi .. yang mengesampingkan aspek ekologis. Tetapi politik pembangunan ekonomi ini bukanlah suatu penyesuaian, suatu koreksi dari jalan ekonomi kapitalis, juga tidak terdiri dari suatu perencanaan abstrak yang akan diusulkan kepada negara borjuis;

itu diwujudkan dalam perjuangan massa, dan memanifestasikan dirinya dengan secara bertahap menghancurkan struktur kapitalis, dan dari sini mengambil dorongan imajinasi kreatif yang baru.

Ketika dalam pengertian ini ditegaskan bahwa perjuangan proletariat berfungsi untuk mendapatkan bagian kekuasaan baru dari hari ke hari, kita tidak boleh memahami ini berarti bahwa proletariat memperoleh bagian dari kekuatan borjuis hari demi hari (atau kolaborasi – bekerjasama dengan kekuatan borjuis) tetapi hari demi hari ia menentang tuntutan, penegasan, dan bentuk kekuasaan borjuis terhadap kekuatan borjuis, yang datang secara langsung, dari bawah – ke atas.

Kelas pekerja, perlahan-lahan, melalui perjuangan untuk kontrol, menjadi subjek aktif dari politik ekonomi baru, mengambil sendiri tanggung jawab untuk pembangunan ekonomi yang seimbang, sehingga mengganggu kekuatan monopoli dan konsekuensinya: ketidakseimbangan antara wilayah dan negara. Antara strata dan sosial, antara sektor dan bidang lainnya. Untuk alasan ini, dengan cara yang sama, menjungkirbalikkan fungsi perusahaan publik kontemporer, mengubahnya dari elemen pendukung dan perlindungan monopoli, menjadi instrumen langsung industrialisasi Selatan dan daerah-daerah tertekan lainnya. Dalam praktiknya, hal ini membuat politik pembangunan ekonomi menjadi elemen yang sangat kontras dengan monopoli;

kontras yang muncul pertama dan terutama sebagai konflik antara sektor publik (bersekutu dengan usaha kecil dan menengah) dan sektor perusahaan swasta besar. Juga harus ditekankan bahwa gerakan kelas, yang meneruskan keseimbangan dan proses industrialisasi yang memadai tidak “menggantikan” dirinya dengan (watak) kapitalisme, juga tidak “menyelesaikan pekerjaan (kapitalis)”, tetapi menggabungkan pembangunan ekonomi dengan transformasi paralel dari hubungan-hubungan produksi.;

karena, hari ini di Italia, hubungan produksi kapitalis yang lama ini justru merupakan hambatan yang tidak dapat didamaikan bagi politik pembangunan ekonomi. Siapa pun yang mengacaukan industrialisasi (pertumbuhan akumulasi) dengan ekspansi kapitalisme (ekonomi keuntungan), tidak hanya melakukan kesalahan teoritis tetapi juga bahkan tidak berhasil mencatat realitas Italia dalam istilah yang paling jelas.

Politik pembangunan ekonomi mempercayakan sepenuhnya kepada kontrol pekerja jaminan pembangunan teknis;

tidak hanya menghilangkan pemisahan praktis (secara politik bahasa) antara pekerja – buruh dan teknisi, tetapi menjadikan seluruh kelas pekerja sebagai pembawa dan pendukung mereka yang paling berdekatan secara langsung, yang pada akhirnya mewujudkan konvergensi, pada tingkat perjuangan, antara pekerja – buruh dan teknisi.

7. Bentuk-bentuk kontrol pekerja

Tuntutan akan kendali di pihak buruh pada dasarnya bersifat kesatuan, dan ia muncul dan berkembang pada tingkat perjuangan. Dalam situasi kongkrit perjuangan kelas di negeri kita, kontrol tidak muncul sebagai tuntutan generik, programatik, apalagi tuntutan formulasi legislatif dari pihak Parlemen:

persiapan dan formula semacam ini hanya dapat mendistorsi masalah kontrol. , bahkan mereduksinya menjadi formula terselubung atau terbuka untuk kolaborasiisme, atau membawanya kembali ke kerangka paternalisme parlementer yang berbahaya. Dengan ini kami tentu tidak bermaksud bahwa ini adalah masalah mengecualikan formulasi legislatif tentang kontrol pekerja, tetapi ini tidak dapat diberikan secara paternalistik dari atas, juga tidak dapat dicapai hanya dengan perjuangan umum dari jenis parlementer;

.. dalam bidang ini Parlemen hanya dapat terlibat, mencerminkan hasil perjuangan yang terjadi di bidang ekonomi (artinya pada dasarnya terlibat sebagai kelas pekerja). Masalah kontrol berkembang sejauh para pekerja, dalam struktur produktif, secara kesatuan menjadi sadar akan kebutuhan mereka dalam sistem produktif, dan realitas produktif, dan berjuang sendiri .. atas kesadaran penuh.

Lebih jauh lagi, jelas, dengan hal-hal yang telah dikatakan, bahwa tidak ada perbedaan untuk poin ini antara perusahaan negara dan perusahaan swasta: permintaan untuk kontrol muncul di kedua sektor pada tingkat perjuangan yang sama. Di sisi lain, permintaan untuk kontrol bukanlah penggalian romantis dari masa lalu yang tidak pernah berulang dalam bentuk yang sama, juga tidak dapat dikacaukan dengan fungsi revindikatif dari organ serikat yang ditentukan (dan karena itu tidak dapat dikacaukan dengan perluasan kekuasaan – komisi internal):

dan hal terakhir ini juga berlaku untuk para pekerja, di banyak tempat, memberikan bentuk ini kepada tuntutan untuk kontrol karena komisi internal tetap menjadi simbol persatuan pekerja yang nyata di tempat-tempat kerja.

Oleh karena itu setiap antisipasi utopis harus dilarang, sementara harus ditegaskan bahwa bentuk-bentuk kontrol tidak boleh ditentukan oleh sebuah komite “spesialis”, tetapi bangkit hanya dari pengalaman konkret kaum buruh. Dalam pengertian ini harus disebutkan tiga hal yang berasal dari sektor pekerja tertentu.

Yang pertama menyangkut Konferensi produksi (Conferenze di produzione) sebagai bentuk konkrit yang darinya ia dapat meluncurkan strategi gerakan untuk metode kontrol. Yang kedua mengacu di sisi lain pada tuntutan bahwa masalah kontrol ditempatkan di pusat perjuangan umum untuk merebut kembali kontrak kekuasaan dan kebebasan pekerja di pabrik-pabrik, dan dengan demikian misalnya, hal itu diwujudkan dalam pemilihan umum – konsensus. Komisi yang akan mengontrol ketenagakerjaan dan mencegah diskriminasi. Ketiga, sementara menekankan kebutuhan menghubungkan antara berbagai perusahaan, menimbulkan masalah partisipasi dalam teritorial demokrasi perwakilan (delegasi) untuk elaborasi program produktif.

Ini adalah poin-poin yang sangat berguna, yang sudah dihasilkan dari pengalaman dasar, yang tentunya akan ditambahkan yang lain: masing-masing akan dibahas lebih jauh dan lebih dalam, mengingat ruang lingkup aplikasi dan studi .. terutama adalah pabrik, dan ujian terbaik atas semua ini adalah persatuan atas perjuangan, tujuan kelas!.


Ditulis oleh – Lucio Libertini dan Raniero Panzieri | Didistribusikan oleh – ABC+ Kontrol Pekerja .. Blog pendistribusian literatur tentang Ekonomi Alternatif dari Kapitalisme dan Komunisme totalitarian yang di organize Asosiasi Koperasi Pekerja Agitasi+

Mengapa Serikat Pekerja Menjadi Bisnis Koperasi


Ketika manufaktur di Amerika Serikat terus terjun bebas, USW bertujuan untuk menggunakan metode bisnis yang dikelola pekerja untuk menciptakan lapangan kerja baru untuk mulai berjalan melengkapi, dan mengubah pekerjaan serikat pekerja yang sudah lama usang.

“Terlalu sering kita melihat Wall Street menggerogoti perusahaan dengan menguras kas dan aset mereka dan merusak masyarakat dengan mememecat mereka dari pekerjaan dan menutup pabrik,” kata Presiden United Steel Workers (USW) Leo Gerard pada tahun 2009. “Kami membutuhkan model bisnis baru yang berinvestasi pada pekerja dan berinvestasi dalam masyarakat.”

Gerard mengumumkan kemitraan formal antara 1,2 juta anggota serikatnya dan Mondragon, sekelompok koperasi di wilayah otonomi Basque, Spanyol.

Mondragon mempekerjakan 83.000 pekerja di 256 perusahaan. Sekitar setengah dari perusahaan tersebut adalah koperasi, dan sekitar sepertiga karyawan Mondragon adalah anggota koperasi dengan kepemilikan saham di tempat kerja mereka. Perusahaan Mondragon melakukan segalanya mulai dari membuat suku cadang mesin industri hingga membuat panci bertekanan tinggi dan peralatan rumah tangga, bahkan menjalankan bank dan jaringan supermarket. Dengan miliaran euro dalam penjualan tahunan, Mondragon adalah pengusaha industri terbesar di wilayah otonomi Basque dan terbesar kelima di Spanyol.

Koperasi menggunakan investasi tunai pekerja sebagai bagian dari modal (kapital) yang dibutuhkan untuk membiayai proyek baru, dan anggota koperasi – pekerja .. sekaligus para pemilik alat-produksi) dapat memilih strategi, manajemen, dan perencanaan bisnis. Gaji manajer dengan bayaran tertinggi dibatasi enam hingga delapan kali lipat gaji terendah yang dihasilkan pekerja—berlawanan dengan Amerika Serikat atau sistem ekonomi Kapitalisme, di mana para CEO hari ini menghasilkan 380 kali lebih banyak daripada rata-rata pekerja.

Membangun Serikat Koperasi

Ketika manufaktur di Amerika Serikat terus terjun bebas, USW bekerja untuk membawa model koperasi Mondragon ke Rust Belt. Ini bertujuan untuk menggunakan metode bisnis yang dijalankan kelas pekerja untuk menciptakan pekerjaan yang umumnya hanya diisi oleh kelas menengah untuk menggantikannya dengan pekerjaan yang dikelola serikat pekerja koperasi secara horizontal.

Laporan Maret 2012 dari USW, Mondragon, dan Ohio Employee Ownership Center (OEOC), menjabarkan landasan dasar tentang bagaimana “koperasi Serikat Pekerja” dapat berfungsi. “Koperasi Serikat Pekerja adalah koperasi milik pekerja yang berserikat di mana semua pemilik (pekerja) memiliki bagian bisnis yang sama dan memiliki suara yang sama (satu orang satu suara) dalam mengawasi bisnis,” kata laporan itu.

Tetapi bagaimana Serikat Koperasi Pekerja berbeda dari koperasi milik pekerja tradisional? Laporan tersebut menjelaskan bahwa perbedaan utama adalah bahwa pekerja di Serikat Koperasi Pekerja dapat menunjuk tim manajemen (dari dalam jajaran mereka sendiri atau dari luar koperasi) dan kemudian berunding secara kolektif dengan manajemen. Kesepakatan perundingan bersama yang dihasilkan dapat menetapkan tingkat upah untuk semua pekerjaan koperasi, memilih perawatan kesehatan dan pilihan manfaat lainnya, memutuskan secara konsensus bagaimana pekerja akan mendapatkan waktu istirahat, dan menentukan proses pengaduan dan arbitrase .. perselisihan di tempat kerja.

Selain memproduksi, contoh lain dari Serikat Koperasi – USW telah bekerja untuk memulai koperasi percontohan di Amerika Serikat. Serikat pekerja telah dengan cermat memeriksa Koperasi Evergreen, yang dimulai di Cleveland pada tahun 2009 dengan campuran dari uang yayasan, dana publik, dan modal investasi swasta. Mengambil dari prinsip Mondragon tentang kemakmuran bersama bagi pekerja dan pemerintahan yang demokratis, Evergreen meluncurkan Laundry komersial yang sekarang membersihkan lebih dari empat juta pon cucian per tahun dan telah mempekerjakan 30 orang. Ia juga memiliki rencana untuk membentuk koperasi pemasang tenaga surya dan rumah kaca yang menumbuhkan sayuran salad dan rempah-rempah kelas atas untuk Klinik Cleveland, serta universitas dan restoran. Contohnya adalah salah satu yang penting untuk proyek percontohan USW, menyarankan cetak biru untuk menjaga pekerjaan tetap otonom secara lokal, tetapi saling mengikat bisnis baru ke lembaga kota yang ada, dan memberikan suara pekerja dalam operasi – rencana kerja perusahaan.

Direktur OEOC Bill McIntyre bekerja dengan Cleveland Foundation dalam menyusun kerangka organisasi untuk Koperasi Evergreen. Pada acara pers Maret 2012 di markas United Steelworkers (USW), dia mengamati bahwa perusahaan yang dimiliki para pekerjanya lebih sering mempertahankan pekerjaan mereka selama krisis ekonomi baru-baru ini. “Perusahaan milik pekerja,” katanya, “memiliki tenaga kerja yang lebih stabil, loyal, dan berpengalaman, yang menghasilkan penghematan biaya, produktivitas, dan keunggulan kualitas yang nyata.”

Menghidupkan kembali Laundry Pittsburgh

Sekelompok serikat pekerja, termasuk USW, membantu meluncurkan Koperasi Laundry – Clean dan Green Pittsburgh, industri baru Laundry. Beberapa tahun yang lalu, Laundry lokal ditutup, meninggalkan lebih dari 100 orang tanpa pekerjaan. Bersama USW, para buruh mulai menjajaki ide mendirikan koperasi untuk mengambil alih usaha. Serikat pekerja sekarang telah menyelesaikan pendidikan – studi kelayakan untuk bisnis dan sedang menyusun komitmen dari klien seperti rumah sakit dan klinik setempat. Pabrik Laundry yang telah dijadwalkan akan segera berdiri dan berjalan, sebagian berkat dukungan dari Steel Valley Authority (SVA)—prakarsa yang didanai publik Pennsylvania untuk menyelamatkan dan menciptakan lapangan kerja industri—dan yayasan lokal lainnya.

“Saat ini, beberapa rumah sakit besar mengirimkan cucian mereka cukup jauh untuk menyelesaikannya, jadi (menjadikannya berdiri dititik lokal – terdekat) masuk akal dari segi biaya, dan masuk akal dari segi pencemaran emisi kendaraan,” kata Rob Witherell, penyelenggara dan perencanaan koperasi USW.

“Tujuannya adalah orang-orang yang bekerja di Laundry sebelumnya akan menjadi yang pertama bergabung sebagai pekerja sekaligus pemilik alat produksi,” tambah Witherell.

Di bawah model Serikat-Koperasi, pekerja Laundry akan dapat bergabung dengan serikat pekerja pilihan mereka, dan pekerjaan yang ditawarkan di pabrik akan memberikan upah layak, tunjangan, dan perjanjian perundingan bersama. Sebagai bagian dari pemilik – alat produksi, pekerja juga akan mendapatkan ekuitas dalam bisnis.

“Cara kerjanya di Cleveland adalah orang-orang yang bekerja di Laundry—jika mereka ingin menjadi pemilik—investasi kepemilikan awal mereka dibiayai oleh perusahaan,” jelas Witherell. “Lima puluh sen per jam dipotong dari upah mereka untuk jangka waktu tiga tahun, sampai mereka memenuhi persyaratan kepemilikan (alat produksi).”

Para pekerja dengan kepemilikan bersama memberikan suara pada keputusan tentang manajemen perusahaan. Dan, seperti di Mondragon, bagian dari keuntungan (akumulasi kapital) ditambahkan ke unit produksi kepemilikan bersama, sehingga pekerja jangka panjang dapat pensiun atau meninggalkan perusahaan setelah memperoleh saham yang signifikan. “Di Cleveland, mereka telah melakukan perhitungan, dan mereka telah menemukan bahwa dalam delapan tahun—jika mereka memenuhi target bisnis mereka, yang mereka miliki sejauh ini—orang-orang itu masing-masing akan memiliki $65.000 dalam rekening kepemilikan mereka,” kata Witherell.

Untuk SVA, modelnya adalah salah satu yang diharapkan untuk disebarkan lebih lanjut: SVA telah mengumumkan tujuan untuk mendirikan pusat bantuan teknis dan dana pinjaman bergulir untuk membantu kelompok pekerja yang ingin menggunakan model ekonomi Mondragon.

Koperasi Our Harvest di Cincinnati

Pada tahun lalu, USW telah mendukung pekerjaan untuk menciptakan Cincinnati Union Cooperative Initiative (CUCI). CUCI memiliki dua proyek yang sedang berjalan: koperasi manufaktur kereta api dan koperasi untuk retrofitting – penguatan bangunan untuk efisiensi energi. Proyek ketiga, yang sudah beroperasi, memadukan komitmen terhadap keberlanjutan pangan dengan model kepemilikan pekerja di koperasi Our Harvest.

Our Harvest adalah “pusat makanan” yang memungkinkan institusi di wilayah metropolitan—seperti universitas, rumah sakit, dan hotel—untuk membeli produk yang ditanam, dipanen, dan dikemas oleh pemilik pekerja. Saat ini, kata Presiden CUCI Kristen Barker, proyek yang baru lahir ini memiliki peternakan inkubator untuk melatih petani dan pekerja produksi pangan, dengan dua petani magang, seorang petani mentor, dan tiga staf pendukung yang bekerja paruh waktu.

Para pekerja magang, yang merupakan anggota pemegang kartu dari serikat Pekerja Makanan dan Komersial Serikat (UFCW), belajar pertanian dan metode produksi dari mentor dan menjalankan bisnis community-supported agriculture (CSA) dari lahirnya pertanian di jantung Cincinnati. CSA saat ini melayani 60 pelanggan perumahan, ditambah tiga restoran dan tiga lokasi ritel.

Mereka menanam dan panen kebutuhannya di lahan seluas 30 hektar di lingkungan perkotaan. “Sungguh menakjubkan bahwa itu ada,” kata Barker. “Kami tertarik untuk berada di jalur kendaraan ini,” kata Barker, menunjukkan bahwa koperasi mempertimbangkan untuk membuat pekerjaan dapat diakses oleh angkutan umum sebagai bagian dari pendekatan yang berkelanjutan dan adil untuk penciptaan lapangan kerja.

Untuk melayani institusi besar Our Harvest berharap untuk menjadi andalan pada prosesnya, dimana peternakan mereka harus terus berkembang. “Kita perlu mendapatkan produksi senilai 1.000 hektar,” kata Barker. “Untuk mendapatkan hingga 1.000 membutuhkan banyak keterampilan, dan banyak tanah.”

CUCI tidak sendirian dalam upaya memperluas hasil Panen. Pusat Pengembangan Koperasi Negara Bagian Ohio sedang melakukan studi tentang bagaimana Panen dapat meningkat hingga 1.000 hektar. Upaya sedang dilakukan untuk menampung program magang yang diperluas di perguruan tinggi setempat. Dan Mondragon bekerja sama dengan CUCI untuk memperkuat struktur Our Harvest dan mencari pendanaan tambahan.

Kekuatan dan keterbatasan koperasi

Model “kerja sama serikat” mengimpor beberapa inovasi struktural Mondragon ke ekonomi Amerika: yang paling penting, model ini memberi para pekerja hak suara dalam arah bisnis serta gaji dan kondisi kerja yang mereka dapat atur – sepakati sendiri. Tetapi masih harus dilihat dengan tepat bagaimana suara pekerja akan didengar melalui proses perundingan bersama serikat koperasi, tetapi kemungkinan akan memiliki beberapa rasa pemberdayaan pekerja yang sudah berlaku di Mondragon.

Michael Peck, delegasi Amerika Utara untuk Mondragon, menjelaskan jenis keputusan yang dibuat karyawan dalam struktur pekerja-kepemilikan bersama Mondragon:

“Mereka memilih untuk menurunkan gaji mereka, mereka memilih untuk menaikkan gaji mereka, mereka memilih untuk berkorban, mereka memilih untuk menghargai diri mereka sendiri. jika situasinya memang demikian,” katanya. “Mereka benar-benar terlibat, dan partisipasi semacam itulah yang menghasilkan perusahaan sukses yang tidak hanya selaras dengan pasar tetapi juga dengan dirinya sendiri.”

Bagi gerakan buruh AS, poin ini sangat penting. Model kooperatif menempatkan anggota serikat secara tegas dalam peran sebagai inovator .. bukan penonton seperti diruang kerja kapitalisme – kepemilikan pribadi. Hal ini memungkinkan gerakan buruh tidak hanya untuk mempromosikan visi positif anggota, melainkan mewujudkan diri terbaik mereka di tempat kerja, juga untuk memberikan keterampilan yang akan memungkinkan orang untuk melakukan itu. Oleh karena itu, meskipun model ini mungkin tidak membangun kembali jajaran buruh dengan jumlah anggota serikat baru yang signifikan, model ini mungkin melakukan sesuatu yang lebih penting: Memberi orang-orang yang bekerja cara untuk menjadi pengelola ekonomi yang sebenarnya.

Tapi koperasi serikat tidak mengatasi beberapa masalah yang sulit. Misalnya, mereka tidak secara langsung menangani kekuatan persaingan global yang telah merusak basis manufaktur AS. Secara khusus, dengan mengadopsi perjanjian “perdagangan bebas” model NAFTA, Amerika Serikat telah mendorong perusahaan untuk mencari keunggulan kompetitif di tempat-tempat dengan upah terendah dan peraturan perihal masalah lingkungan seminimal mungkin. Paling-paling, koperasi seperti koperasi Evergreen di Cleveland mengatasi masalah ini dengan membatasi diri untuk membuat barang atau menyediakan layanan yang tidak dapat lepas pantai, seperti menanam sayuran tertentu yang hanya untuk konsumsi komunitas atau masyarakat lokal.

Ketika ditanya tentang bagaimana koperasi model serikat pekerja dapat menangani masalah lepas pantai, Peck mengakui kesulitannya, tetapi dia juga menyatakan harapan. “Sekarang ada minat baru di bidang manufaktur karena kenaikan upah tenaga kerja di negara-negara berkembang,” katanya. Selain itu, dia percaya krisis ekonomi baru-baru ini juga telah memperluas penerimaan publik: “Bahkan di wilayah luar Midwest, di mana saya menghabiskan banyak waktu, orang tahu bahwa mereka telah menjadi korban (ekonomi Kapitalisme),” kata Peck.

“Kebanyakan orang tidak ingin menjadi korban lagi dan mereka tertarik untuk mencoba model baru.”

“Di Mondragon, kami memiliki pepatah: ‘Ini bukan surga dan kami bukan malaikat.’ Saya pikir itu penting, karena ada kecenderungan orang luar untuk menyebut Mondragon sebagai bentuk ideal dan sempurna dari langit, ketika tidak sempurna dan tidak di langit. Kita harus memahami bahwa itu bisa saja di pabrik. itu di lembah, itu dimanapun untuk membuat sesuatu alternatif. Tapi cerita kami memiliki akhir yang lebih bahagia karena orang merasa terlibat dalam proses dan mereka melihat kesetaraan – kesempatan, yang hilang dalam struktur yang lebih vertikal!.”


Ditulis oleh – Amy Dean | Didistribusikan oleh – ABC+ Kontrol Pekerja .. Blog pendistribusian literatur tentang Ekonomi Alternatif dari Kapitalisme dan Komunisme totalitarian yang di organize Asosiasi Koperasi Pekerja Agitasi+

Creative Commons License
Except where otherwise noted, the content on this site is licensed under a Creative Commons CC0 Universal Public Domain Dedication License.

Anti copy-right. Silahkan baca, sebar, dan praktikan.